Seringkali pemilik sebuah perusahaan tidak berada dalam perusahaan untuk ikut serta dalam operasi dan mengawasi jalannya perusahaan dari hari ke hari. Maka untuk menghubungkan antara pemilik dan pengelola perusahaan dibutuhkan sebuah penghubung/media komunikasi yaitu lewat Laporan Keuangan (financial reporting).
Berdasarkan laporan keuangan tersebut, pemilik dan pihak-pihak yang bekepentingan yang hartanya berada di dalam perusahaan (investor dan kreditor) dapat mengambil keputusan-keputusan ekonomi atas perusahaan yang dijalankan oleh pengelola.
Tujuan Laporan Keuangan (financial Reporting) seperti diungkapkan oleh Kieso, Weygantt dan Warfield (2001, 5) adalah memberikan informasi yang :
1. Berguna dalam keputusan-keputusan investasi dan kredit
2. Berguna dalam menilai arus kas mendatang
3. Mengenai sumber-sumber daya dalam perusahaan, hak atas sumber-sumber daya, dan perubahan atas sumber-sumber daya dan atas haknya.
Sesuai PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) yang dikeluarkan tahun 1999, dalam kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan”,paragraf 12, menyatakan: Tujuan Laporan Keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Pelaporan keuangan sebagai media komunikasi tentu harus dimengerti secara efektif oleh kedua belah pihak baik oleh pengelola maupun oleh pemilik. Oleh karena itu dibutuhkan suatu rambu berupa Prinsip-prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum/PABU (generally accepted accounting pinciples/GAAP).
Saat ini sudah banyak software akuntansi yang sudah jadi, tinggal pakai yang tentunya mengikuti kaidah di atas. Diantaranya adalah produk buatan zahir accounting sebagai salah satu software akuntansi laporan keuangan terbaik di Indonesia.
Pihak-pihak yang berkepentingan dengan Pelaporan Keuangan
1. Investor atau pemilik dari perusahaan berkepentingan menggunakan laporan keuangan sebagai salah satu bahan pertimbangan penting dalam pengambilan keputusan atas investasinya, mengingat resiko kepemilikan sebuah perusahaan yang merupakan “residual claims“. Laporan keuangan juga menjadi faktor pertimbangan dalam pemberian kompensasi pada manajemen yang mengelola perusahaan miliknya.
2. Kreditur, sebagai pemilik dana yang dipinjam oleh perusahaan, berkepentingan dengan keputusan-keputusan atas tagihannya pada perusahaan saat ini dan juga permohonan-permohonan pinjaman yang diajukan oleh perusahaan.
3. Manajemen Perusahaan, sebagai pihak yang membuat laporan keuangan,berkepentingan untuk melakukan strategi-strategi dalam mengelola amanat perusahaan yang dikelolanya.
Share this:
Tags: Akuntansi, Catatan menuju sukses
















![Validate my RSS feed [Valid RSS]](valid-rss-rogers.png)
Recent Comments